ada yang bilang bahwa kalo ke amerika itu musti memperhatikan tanda bintang di bawah pasfoto dalam visa kita. bila bintangnya banyak berarti kita ini tergolong orang yang perlu diawasi atau diteliti ketat, atau dicurigai di amerika sana. sedangkan bila bintangnya sedikit maka ini tergolong orang yang "steril" alias orang yang aman di mata amerika.
lha bintangku dua.
padahal belum pernah ke amerika.
padahal aku akan ke sana karena diundang mereka.
pak paulus berpesan agar saya melengkapi diri dengan berbagai dokumen agar lolos di imigrasi sana nanti. wah...jaan,
amerika cen njelehi!
01 April 2007
obrolan dengan dwi kiswanto
DWI: 09 Mar 07, 18:41
As wr.wb. Gimana Pak kbr nya?baik2 aja kan pak? menurut Bapak gimana ni Pak di mana2 terjadi bencana. Apa memang zaman dah tua/memang cobaan dr yg Kuasa ni Pak supaya kt sadar/gimana pak.
ANTO: 09 Mar 07, 18:48
pasti Yg Kuasa sll minta agr kta memperindah dunia ini, bkn kok mlh merusaknya. bencana ini dr alam + mnsia sndri.mgkn krn kta tdk berdamai dng mrk [alam+sesama] td. ini di sala apa di gk?
DWI: 09 Mar 07, 19:08
Aq baik2 aja pak. Aq buka bengkel di Solo3. di sini be2rapa hari ini jg hujan terus disertai angin kencang. ya kt pasrah aja Pak ama yg Kuasa.
ANTO: 09 Mar 07, 19:12
bengkel apa?
DWI: 09 Mar 07, 19:17
Bengkel elektronik. Tepatnya di Tingkir, ya minta Doanya aja ya Pak.
ANTO: 09 Mar 07, 19:18
ya, smg sukses Dwi, rasah kesusu rabi! he he
DWI: 09 Mar 07,19:31
Terus terang aja kl masalah itu memang aq belum siap Pak.
19:34
oke, kerja yg rajin+jujur biar dihargai orang. ora sugih ora apa2. oke met ngaso ya...
As wr.wb. Gimana Pak kbr nya?baik2 aja kan pak? menurut Bapak gimana ni Pak di mana2 terjadi bencana. Apa memang zaman dah tua/memang cobaan dr yg Kuasa ni Pak supaya kt sadar/gimana pak.
ANTO: 09 Mar 07, 18:48
pasti Yg Kuasa sll minta agr kta memperindah dunia ini, bkn kok mlh merusaknya. bencana ini dr alam + mnsia sndri.mgkn krn kta tdk berdamai dng mrk [alam+sesama] td. ini di sala apa di gk?
DWI: 09 Mar 07, 19:08
Aq baik2 aja pak. Aq buka bengkel di Solo3. di sini be2rapa hari ini jg hujan terus disertai angin kencang. ya kt pasrah aja Pak ama yg Kuasa.
ANTO: 09 Mar 07, 19:12
bengkel apa?
DWI: 09 Mar 07, 19:17
Bengkel elektronik. Tepatnya di Tingkir, ya minta Doanya aja ya Pak.
ANTO: 09 Mar 07, 19:18
ya, smg sukses Dwi, rasah kesusu rabi! he he
DWI: 09 Mar 07,19:31
Terus terang aja kl masalah itu memang aq belum siap Pak.
19:34
oke, kerja yg rajin+jujur biar dihargai orang. ora sugih ora apa2. oke met ngaso ya...
29 March 2007
tanggal berangkat
saya menerima pesan singkat dari mbak yuni begini:
"pak antok berangkat ke usa tgl 4 mei. dari yk jam 9. blum bisa dikirimi tiketnya karena ada yang belum fixed [yakni dari taipei ke US]. sampai disana tgl. 5 dari virginia tgl 19 ke akron. pulang tgl 22 juni bersama pak yo."
yang belum jelas adalah siapa itu pak yo?
he..he..
[sementara itu pak paulus hartono yang datang lebih kemudian, memberi tahu bahwa pulangnya akan tanggal 25 atau 26 juni 2007, lebih belakangan daripada saya sendiri]
"pak antok berangkat ke usa tgl 4 mei. dari yk jam 9. blum bisa dikirimi tiketnya karena ada yang belum fixed [yakni dari taipei ke US]. sampai disana tgl. 5 dari virginia tgl 19 ke akron. pulang tgl 22 juni bersama pak yo."
yang belum jelas adalah siapa itu pak yo?
he..he..
[sementara itu pak paulus hartono yang datang lebih kemudian, memberi tahu bahwa pulangnya akan tanggal 25 atau 26 juni 2007, lebih belakangan daripada saya sendiri]
23 March 2007
Syllabi and Introductory Readings
valerie m.helbert [administration assistant program SPI kali ini] mengirimkan kabar bahwa silabi dan materi kursus sudah tersedia di web. saya diberi link berikut ini [http://www.emu.edu/ctp/spinfo-readings.html] yang memerlihatkan hal tersebut.
memang belum semua pengampu kursus memberikan materinya, tapi cukuplah untuk dilihat-lihat untuk memberi peta atau gambaran awal yang akan berlangsung di sana.
PAX #: 564 Developing Healthy Organizations
Course Schedule: May 7-15, 2007
PAX #: 569 Building Communities: Social, Economic & Spiritual Development
Course Schedule: May 17-25, 2007
PAX #: 617 Peace Processes: Multi-Track Approaches
Course Schedule: May 29-June 6, 2007
PAX #: 584 The Natural Environment, Conflict, & Peace
Course Schedule: June 11-19, 2007
22 March 2007
penjelasan pak paulus sugeng
Setahu saya ada dua keterangan waktu yang perlu diperhatikan berkenaan
dengan visa, yaitu:
1. Tenggat waktu untuk ENTRY. Tenggat waktu ini memberikan keterangan
tentang batas waktu dimana seorang pemegang visa USA boleh MASUK ke USA.
Artinya, si pemegang visa harus masuk ke USA dalam tenggat waktu tersebut, tidak boleh di luar tenggat waktu yang ditentukan. Tapi tentang kapan dia mau KELUAR dari USA, tergantung dari berapa tenggat waktu masa berlaku visanya.
2. Tenggat waktu untuk VISA. Tenggat waktu ini memberikan keterangan tentang batas waktu dimana visa USA tersebut valid. Dulu ada beberapa tenggat waktu (6 bulan, 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dsb.). Tapi kelihatannya sekarang semuanya dibuat seragam 5 tahun. Proses mendapatkan visa USA memang sekarang lebih sulit. Tapi sekali dapat, kita diberi 5 tahun. Artinya si pemegang visa boleh bolak-balik ke USA dalam kurun waktu 5 tahun tersebut.
Oleh karena itu saran saya coba dilihat lagi di visa yang pak Anto dapatkan, apa yang dimaksud dengan 14 Maret - 19 Juni. Dugaan saya ini adalah tenggat waktu ENTRY, bukan tenggat waktu VISA.
Peace,
Rev. Paulus S. Widjaja, MAPS, Ph.D.
tenggat untuk ENTRY
yang menggelisahkan saya tentang tenggat yang tertulis di visa saya itu sudah dibereskan oleh keterangan pak lilik di MCC salatiga, dan kemudian oleh pak paulus sugeng di PSPP.
rupanya, tenggat yang tertulis di situ harus dibaca sebagai tenggat untuk memasuki US, bukan rentang waktu untuk tinggal di sana. peraturannya, saya harus sedekat mungkin masuk US dengan mulainya program yang saya ikuti.
dengan penjelasan dari kedua penolong saya di atas maka saya bisa ditenangkan. lha gimana, mosok saya akan nglurug dan menuntut kedutaan US untuk mengubah visa yang sudah nemplek rapet di passport saya tadi? weh...
lalu,
apa yang musti saya siapkan untuk dua bulan di sana? bu etty meminta agar saya belajar salah satu tari pergaulan dari indonesia untuk dibawa ke sana. lha aku kok dikon nari... tari buta melawan janaka wae ya?
lagian, aku kan bukan tipe orang gaul?
aesh...alesan!
rupanya, tenggat yang tertulis di situ harus dibaca sebagai tenggat untuk memasuki US, bukan rentang waktu untuk tinggal di sana. peraturannya, saya harus sedekat mungkin masuk US dengan mulainya program yang saya ikuti.
dengan penjelasan dari kedua penolong saya di atas maka saya bisa ditenangkan. lha gimana, mosok saya akan nglurug dan menuntut kedutaan US untuk mengubah visa yang sudah nemplek rapet di passport saya tadi? weh...lalu,
apa yang musti saya siapkan untuk dua bulan di sana? bu etty meminta agar saya belajar salah satu tari pergaulan dari indonesia untuk dibawa ke sana. lha aku kok dikon nari... tari buta melawan janaka wae ya?
lagian, aku kan bukan tipe orang gaul?
aesh...alesan!
17 March 2007
dapet visa

visa sudah didapet, 16 maret 2007.
diambilkan oleh adik yang tinggal di jakarta.
yang mengherankan adalah ijin tinggal yang diberikan tertulis 14 maret [persis tanggal saya wawancara] sampai tangaal 19 juni [persis hari terakhir program SPI diakhiri].
saya sedang mencari kemungkinan untuk mengundur barang sehari dua supaya ada waktu berkemas pulang.
mungkin dari jadwal yang diberikan ticket pergi pulang itu bisa didapat batasan yang lebih realistik.
14 March 2007
ngurus us-visa
kemaren saya harus ke jakarta, ke US-embassy, untuk urus visa.
cerita dari teman-teman telah membikin saya menjalani proses ini dengan tegang. entah mengapa, teman-teman ini senang menceritakan hal yang tidak enaknya dari pada enaknya. senang cerita susahnya dari pada mudahnya...
prosesnya memang mudah-mudah ribet.
saya ingin menuliskan ini sekadar untuk catatan, yang bisa jadi nanti akan dilengkapi lagi [seingatnya... he..he..]
untuk mengurus visa ke kedubes amerika [us-embassy], sejak bulan oktober 2006, dijalankan dengan mengisi formulir [D-156] secara elektronik.
formulir D 156 ini adalah formulir utama yang harus betul cara pengisiannya dan harus dipenuhi permintaannya [silakan klik link ini].
yang dimaksud betul adalah TIDAK MENGOSONGKAN JAWABAN dari tiap butir yang dimintai keterangan. bila kita tidak mengisinya, harus diisi dengan N/A.
demikian pula, ada persyaratan ketat di form ini yakni mengenai ukuran foto yang 'aneh' atau tidak lazim buat saya: 5x5 cm dengan jarak dagu sampai batas atas atas foto sekitar 2.5 cm, dengan latar belakang warna putih].
[untunglah untuk perkara foto ini studio foto artha di jalan solo sudah paham, karena sering melayani dosen-dosen yang mau ke amerika, demikian pengakuan salah satu karyawan di sana].
selain form D-156, untuk yang berumur 16-45 tahun diminta mengisi juga form D-157, dan yang ke amerika untuk kepentingan studi atau exchange programm maka harus juga mengisi form D-158. semua form ini bisa didownload di tempat tadi. saya hanya mengisi D-156 dan D-158 karena usia sudah lewat dari 45 sehingga tidak perlu isi D-157.
untuk mengurus visa ini diperlukan wawancara, dan wawancara dibuat hanya berdasarkan jadwal yang disepakati antara kita dan mereka. saya beberapa kali mengubah tanggalwawancara berhubung dokumen yang saya butuhkan belum datang dari SPI, mereka lalu memberi tanggal yang baru. dan kemudian saya mengubah lagi jadwal itu karena tanggalnya bentrok dengan kegiatan saya yang lain. mereka melayani ini dengan baik, hanya dalam hitungan menit mereka membalas permintaan tanggal wawancara kita.
yang menjengkelkan adalah proses antri untuk wawancara tadi.
waktu yang ditentukan untuk wawancara adalah 07.00 pagi. untunglah saya pakai kereta api yang dari stasion gambir ke US-embassy cuma 10 menit jalan kaki. sejak pukul 06.00 antrian itu sudah panjang. mereka ini disuruh berjejer berdua-dua di gang samping timur kedutaan [di bawah rel kereta layang]. dan berangsur-angsur kami berjalan mendekati pintu gerbang tempat kami dilucuti bawaan kami.
cukup panjang antrian ini. konon, kata petugas di situ, hari itu sekitar 300-an orang dilayani wawancaranya untuk urusan visa.
setelah masuk gerbang, siapkan uang rp.900.000,00 untuk biaya visa ini. cukup mahal bagi saya, apalagi disertai "ancaman" bahwa bila visa ditolak, uang ini tidak kembali... [mungkin perkara inilah yang membuat saya menjalani proses ini dengan tegang he..he..]
semua dokumen rasanya sudah lengkap [trims untuk list yang disediakan bu jeanny untuk ini], tapi jebul ada satu items yang belum saya isi: nomor KTP.
[untunglah perkara ini bukan perkara utama, karena ada petugas yang mengecek antrian kami dan sampai di tempat saya dan dia cuma meminta agar saya menuliskan langsung nomor KTP saya di form D-156 tadi...] syukur alhamdulillah... [saya khawatir kalau hal ini diperkarakan, saya bisa-bisa harus mengisi ulang form utama tadi di warnet di sekitar itu..wah.! kembali dari nol nek gitu...]
selebihnya adalah proses wawancara yang dilakukan di ruang yang menempuhnya perlu sirkulasi yang berbelit-belit.
tapi kami semua menurut. seperti domba yang dibawa ke pembantaian..ha..ha..
cerita dari teman-teman telah membikin saya menjalani proses ini dengan tegang. entah mengapa, teman-teman ini senang menceritakan hal yang tidak enaknya dari pada enaknya. senang cerita susahnya dari pada mudahnya...
prosesnya memang mudah-mudah ribet.
saya ingin menuliskan ini sekadar untuk catatan, yang bisa jadi nanti akan dilengkapi lagi [seingatnya... he..he..]
untuk mengurus visa ke kedubes amerika [us-embassy], sejak bulan oktober 2006, dijalankan dengan mengisi formulir [D-156] secara elektronik.formulir D 156 ini adalah formulir utama yang harus betul cara pengisiannya dan harus dipenuhi permintaannya [silakan klik link ini].
yang dimaksud betul adalah TIDAK MENGOSONGKAN JAWABAN dari tiap butir yang dimintai keterangan. bila kita tidak mengisinya, harus diisi dengan N/A.
demikian pula, ada persyaratan ketat di form ini yakni mengenai ukuran foto yang 'aneh' atau tidak lazim buat saya: 5x5 cm dengan jarak dagu sampai batas atas atas foto sekitar 2.5 cm, dengan latar belakang warna putih].
[untunglah untuk perkara foto ini studio foto artha di jalan solo sudah paham, karena sering melayani dosen-dosen yang mau ke amerika, demikian pengakuan salah satu karyawan di sana].
selain form D-156, untuk yang berumur 16-45 tahun diminta mengisi juga form D-157, dan yang ke amerika untuk kepentingan studi atau exchange programm maka harus juga mengisi form D-158. semua form ini bisa didownload di tempat tadi. saya hanya mengisi D-156 dan D-158 karena usia sudah lewat dari 45 sehingga tidak perlu isi D-157.
untuk mengurus visa ini diperlukan wawancara, dan wawancara dibuat hanya berdasarkan jadwal yang disepakati antara kita dan mereka. saya beberapa kali mengubah tanggalwawancara berhubung dokumen yang saya butuhkan belum datang dari SPI, mereka lalu memberi tanggal yang baru. dan kemudian saya mengubah lagi jadwal itu karena tanggalnya bentrok dengan kegiatan saya yang lain. mereka melayani ini dengan baik, hanya dalam hitungan menit mereka membalas permintaan tanggal wawancara kita.yang menjengkelkan adalah proses antri untuk wawancara tadi.
waktu yang ditentukan untuk wawancara adalah 07.00 pagi. untunglah saya pakai kereta api yang dari stasion gambir ke US-embassy cuma 10 menit jalan kaki. sejak pukul 06.00 antrian itu sudah panjang. mereka ini disuruh berjejer berdua-dua di gang samping timur kedutaan [di bawah rel kereta layang]. dan berangsur-angsur kami berjalan mendekati pintu gerbang tempat kami dilucuti bawaan kami.
cukup panjang antrian ini. konon, kata petugas di situ, hari itu sekitar 300-an orang dilayani wawancaranya untuk urusan visa.
setelah masuk gerbang, siapkan uang rp.900.000,00 untuk biaya visa ini. cukup mahal bagi saya, apalagi disertai "ancaman" bahwa bila visa ditolak, uang ini tidak kembali... [mungkin perkara inilah yang membuat saya menjalani proses ini dengan tegang he..he..]
semua dokumen rasanya sudah lengkap [trims untuk list yang disediakan bu jeanny untuk ini], tapi jebul ada satu items yang belum saya isi: nomor KTP.
[untunglah perkara ini bukan perkara utama, karena ada petugas yang mengecek antrian kami dan sampai di tempat saya dan dia cuma meminta agar saya menuliskan langsung nomor KTP saya di form D-156 tadi...] syukur alhamdulillah... [saya khawatir kalau hal ini diperkarakan, saya bisa-bisa harus mengisi ulang form utama tadi di warnet di sekitar itu..wah.! kembali dari nol nek gitu...]
selebihnya adalah proses wawancara yang dilakukan di ruang yang menempuhnya perlu sirkulasi yang berbelit-belit.
tapi kami semua menurut. seperti domba yang dibawa ke pembantaian..ha..ha..
Subscribe to:
Posts (Atom)