15 May 2007

closing the first session

semalam [14 mei 2007] kami mengadakan acara penutupan session pertama. acara ini terdiri dari: makan bersama masakan yang kami masak sendiri [potluck], lalu fashion show busana masing-masing asal peserta dan diakhiri dengan dance together...

potluck itu cukup meriah, dilaksanakan di halaman depan asrama hillside tempat kami menginap. saya gak siap apa-apa selain lawuh saya sendiri bawaan dari rumah: bandeng presto ha..ha..!
syukurlah, bandengnya ludes dalam waktu kurang dari 10 menit.
acara begini ini menarik bagi saya karena ada pengakuan bahwa makan, atau lebih tepatnya tradisi kuliner itu me
mang memerlihatkan kekhasan kultural. dari makanannya kita tahu bagaimana cara orang memperlakukan alam untuk mereka tetap bertahan. pengolahan alam untuk kepentingan survival manusia jelas-jelas masuk ranah kultural.
makanan ada yang disajikan masak, ada pula yang mentah. tapi, apa sih masak dan apa pula mentah? masak adalah keadaan setelah bahan makanan dari alam itu dikenai penyesuaian oleh manusia: dibakar, digoreng, diasapin, dicuci dengan air, dsb. sesuatu dikatakan sudah atau belum masak, sangat tergantung pada konvensi manusia atau masyarakat yang memperlakukannya.

malam itu, sehabis makan, kami ngumpul untuk fashion show pakaian tradisional kami masing-masing. saya mengenakan sarung dua lapis -hitam dan kuning, yang merah ketinggalan di yogya- berbaju tanpa leher warna hitam lengan pendek dan mengenakan iket.
busana ini tafsiran saya atas busana jawa.
pat martin menanyakan hal itu pada saya: "apakah ini busana tradisional jawa?" aku jawab aja: "iya, ini tradisi jawa menurut tafsiran saya karena sebenarnya ada banyak jawa dan masing-masing boleh mengembangkan tafsirannya sendiri".
ini sama seperti halnya makanan: yakni dalam hal bagaimana kita dealing dengan lingkungan/alam di luar tubuh kita.

SPI memang sarat dengan acara-acara multi kultural seperti ini. semua ekspresi kultural diminta diperlihatkan agar bisa dihargai, tidak dijadikan alasan untuk bertikai. mengenal dan mengakui perbedaan untuk menghilangkan prasangka.

acara yang bagus, sarat dengan misi dasar dari penyelenggaraan program ini: perdamaian!

12 May 2007

little grill + calhoun's resto

semalam kami berombongan ke the little grill. sebuah collective restourant di harrisonburg. ini sebuah restoran yang dikelola secara kolektif, bukan milik perorangan. resorannya sih nggilani: kecil, sumpeg dan banyak barang pating kranthil.
tapi yang menarik adalah pelayanannya yang baik, ramah dan membiarkan kita bebas mau ngapain juga. meja-meja ditata untuk dua orang. tidak terlalu besar memang, mungkin menyesuaikan jenis makanan yang disajikan juga tidak membutuhkan ruang besar. makanannya serba praktis. minumannya pun praktis: botolan.

saya hanya memesan tempe burger dan ginger beer... he.. he..
yang pertama itu bener-bener tempe yang dibikin burger lalu disertai dengan kentang goreng dengan saus seperti biasanya terlihat di KFC atau McD. sedangkan ginger beer itu macem temu lawak rasanya.
[tapi teman saya dari india yang ngotot ingin minum beer bener-bener memesan beer sampai 2 botol].

makanan jenis beginian ini bener-bener bikin kenyang. tapi ternya tidak untuk yang lain, karena sepulang dari sana, mereka masih mengajak ke tempat minum... halah!

akhirnya, ya saya menurut saja karena cuma nunut. saya ikutan ke restoran calhoun's restourant and beverage. di sana saya beneran jadi minum beer. lha gimana, wong yang lain pada minum wine jee...

begitulah, kami di sana sampai larut malam. dan pulangnya kami diantar oleh ruba, mahasiswi asal dari palestina yang mengambil kuliah bisnis di EMU dan yang malam itu bertugas mengantar-antar kami semua dengan mobilnya.
rupanya,
begitulah kebiasaan mahasiswa EMU: dilarang minum alkohol maupun merokok di semua bagian kampus. tapi ketika akhir pekan mereka menghambur ke pubs di downtown sampai larut.

sepulang dari sana, saya tertidur di sofa sampai subuh. [dan rupanya saya jadi obyek foto-foto mereka karena ngorok di sofa tanpa peduli lingkungan seperti apa... maaf, ini kebiasaan lama yang tidak juga hilang: tidur bisa di sembarang tempat! he..he..]

green valley book fair

kami baru saja pulang dari mengunjungi green valley book fair. asyik juga dapet buku-buku used dengan harga di bawah $1.00. dengan hanya keluar sekitar $18 saya membawa pulang 7 buah buku untuk arsitektur. mungkin kali lain saya perlu ke sini lagi untuk buku yang lain.
saya membeli beberapa seri dari jurnal PERSPECTA dari yale architectural press. serial itu tentang sejarah arsitektur, program arsitektur, dan beberapa lagi lali...

juga buku dari saskia sassen [the global city,2000], seorang penulis yang otoritatif di bidang sosiologi perkotaan. mungkin rekan-rekan yang mendalami perkara ini bisa mengambil manfaat darinya. buku ini bagus dibaca bersama dengan buku-buku edward soja tentang cultural geography.
beberapa buku yang saya beli dari amazon.com belum datang. mungkin sudah datang tapi karena hari sabtu begini kantor SPI tutup sehingga tidak bisa menerima kiriman buku yang datang.

09 May 2007

boros ruang, boros uang

amerika adalah negeri boros.
bangunan tiga lantai peraturannya tidak perlu lift. tapi di sini, di amerika sini di tempat peraturan itu dibuat justru peraturan itu tidak berlaku.

makanan juga begitu. di ruang dinner itu berlimpah makanan yang pasti selalu meninggalkan sisa. terlebih-lebih bahan organik yang kalau diawetkan juga hanya tahan beberapa hari dan berkkurang pula kesegarannya. sementara itu, di SPI ini hampir tiap hari ada acara makan-makan. dan selalu berlimpah volumenya.

penggunaan ruang juga demikian. begitu banyak ruang sisa yang terbuang tidak berfungsi.
ruang luar yang sedemikian luas 'ngablah-ablah' tidak bisa dikompakkan sehingga menghasilkan peruntukan yang efisien. [lihat kumpulan foto tentang arsitektur di harrisonburg]
apakah ini mentalitas orang kaya?
tidak juga, karena di negara kaya yang lain, swiss misalnya, di sana ada dorongan untuk memanfaatkan ruang-ruang yang njlepit itu dengan hormat. sebisa mungkin dimanfaatkan sehingga terjadi akumulasi makna dari tiap jengkal tanah atau ruang.

di amerika, ruang luar tidak dihargai. [dihargai sih, cuma orang tidak tinggal di situ. tidak berlama-lama di situ].
rumah -dan bangunan pada umumnya- diperlakukan seperti kontainer. selesai dalam sistem internalnya sendiri, tidak perlu ada relasi dengan luar. bangunan bener-bener dikendalikan oleh mekanisme elektrik dan digital. suatu lifestyle yang butuh dukungan sumber energi besar. tidak heran bila amerika selalu menyelenggarakan perang tahunan di belahan duna lain untuk memperebutkan sumber-sumber energi dunia.

orang amerika agaknya perlu dikasih tau bahwa gaya hidup mereka yang boros itu sebenarnya dibayar oleh bagian dunia lain yang [terpaksa] harus miskin demi para yankee dan koboi itu!

08 May 2007

menikahnya anak muda, olah raga dan makanannya

di sini banyak pasangan muda yang sudah menikah. teman satu kelompok saya -susanna- sing isih cuilik kuwi, jebul sudah menikah setahun lalu. [padahal bocahe isih nyil-nyilan dan tangan serta kakinya penuh tato]. dan saya lihat di kampus EMU ini banyak anak muda yang sudah menikah.
mungkin ini memang ideologi yang berlaku di sini bahwa lebih baik hubungan cowok-cewek itu diresmikan dalam pernikahan dari pada mereka menjalani hidup bebas dari aturan.
saya lihat di restroom [toilet] ditempel peringatan mengenai perlunya anak asrama putri waspada terhadap siphylis dan pergaulan bebas yang akan mempermalukan keluarga. lebih baik mereka itu aktiv berolah raga sehingga energi bisa disalurkan ke sana. tidak heran bila olah raga di kampus ini sangat maju, sangat didorong dan sungguh berprestasi.


untuk itu, makan yang bergizi itu perlu. dan makan siang di kampus ini sungguh lengkap. apa pun boleh diambil dan dimakan. muacem-macem ada.
yang menarik adalah di tiap meja ada semacam leaflet yang kira-kira berbunyi "apakah anda makan karena sungguh-sungguh lapar?" dan di pintu masuk ada banyak leaflet yang memberi keterangan mengenai makanan sehat. jadi, rupanya siapa pun yang makan di ruang makan bersama ini diminta agar mereka makan dengan bijaksana.

healthy organization

sessi pertama yang sama ambil adalah 'developing healthy organization" yang diampu oleh david brubaker dan jane ellen reid. saya mengambilnya karena sebagai mantan pejabat [halah...] di prodi saya merasakan perlunya berbagai kepentingan yang kadang berkonflik itu bisa dikelola dengan konstruktif.
ternyata yang sa
ya dapatkan lebih dari yang saya kira. sessi ini memang diikuti oleh orang dari kalangan yang mirip dengan keadaan saya: dosen, kepala sekolah, aktivis NGO pendamping masyarakat, dan pejabat pemerintah.
bagaimana kelas dikelola itu sendiri adalah pelajaran menarik bagi saya. tapi untuk yang ini saya ingin menulis kali lain.

hari pertama saya kelelahan. tidak ngerti apa-apa. diajak ngomong gak nyambung. sehingga ketika harus mengisi angket mengenai penyelenggaraan kuliah hari itu saya menulis mengenai perlunya para peserta dipersia
pkan dulu untuk mengikuti sessi selanjutnya. agaknya komentar saya ini didengar karena esoknya -yakni hari selasa ini- ada maklumat agar para peserta membaca terlebih dulu materi yang akan dibahas, demikian pula agar dosen memberi resume pada awal maupun akhir kuliahnya.
yang kedua -ini juga pasti karena komentar saya- agar para peserta mau bicara 'demi orang lain' yakni mereka yang bahasa pertamanya bukan bahasa inggris.

dari hal-hal di atas itu hari ini saya bisa mengikuti perkuliahan dengan lebih enak. apa lagi materinya menyinggung anthony giddens, foucault, durkheim, parsons, dsb. yang memang menarik minat saya.

namun demikian, tern
yata yang berlangsung kemudian adalah amat pragmatik dan praktis. tidak ada lagi diskusi teoretik [padahal minat saya justru yang ini]. beberapa pertanyaan saya malah dirasa mengganggu bagi peserta lain karena meng-nol-kan persoalan... he..he..

ya sudah. btw, buku yang dipakai menarik. tapi saya tidak beli karena tidak punya uang untuk diri sendiri. lha kalau PSPP mau mbayari ya mau saja saya beliin..:-)

oke, segitu dulu

07 May 2007

manto dan mantos

pagi tadi pembukaan dilaksanakan meriah.[silakan klik ini untuk berita tentang acara pembukaan].
meriah dalam arti, selain banyak makanan, juga karena ternyata pesertanya memang sangat beragam: warna kulit, asal-usul, kepercayaan, bentuk dan ukuran badan... yaah... semeriah hiasan quilt yang dipajang di mana-mana dan dikenakan oleh beberapa ibu-ibu di sana. [perempuan memang sangat mendominasi kegiatan SPI ini. sejak dari penjemputan saya di washington, ngurusin pemondokan, aktivitas di gereja, sampai pada kegiatan dalam kelas pun didominasi peserta perempuan. jadi, tidak hanya pada upacara pembukaannya..!]
ketika registrasi itulah saya ketemu mas sumanto. mahasiswa asal indonesia yang belajar di EMU dan barusan menyelesaikannya. dan ternyata ada lagi mahasiswa asal indonesia yang belajar di situ: zainudin prasodjo, dari UGM.
jadilah kami berempat [ditambah lagi temah dari aceh],kami ngariung. nglesot di lantai deket jendela golek matahari pagi... lalu beberapa peserta dari mesir dan irak bergabung juga, mungkin heran melihat cara kami duduk yang memelas itu... [mahat]manto dan [su]manto[s] tidak jauh beda. sama-sama pendek. hanya yang satu gendut, yang satu kurus. kebetulan kami juga berbaju mirip: baju lengan pendek tanpa leher.

06 May 2007

dingin dan panas

makan siang hari ini berlangsung di ruang pertemuan samping gereja. kami para peserta SPI diundang oleh gereja, diajak berdoa bersama, berkenalan dan kemudian makan bersama [potluck].
kami semua diminta berdiri membentuk lingkaran besar dan kemudian masing-masing memperkenalkan diri: nama dan negara asal. ruang pertemuan seperti ini diperlukan karena aransemen ruangnya bisa luwes diubah, sementara gedung gerejanya sudah dibikin fixed, baik tempat duduk maupun ornamennya.

makan siang itu terdiri dari berbagai macam masakan. ada nasi goreng, itu yang mengherankan. terlebih lagi: rasanya enak!
dan kemudian beberapa makanan lagi yang aku tidak tahu namanya, asal ambil dan coba saja untuk merasakan perbedaan masing-masing.
ada yang panas ada yang dingin.
ada yang keras dan ada yang lembek kayak bubur.
ada yang kecut ada yang manis.
menangani dua dikotomi itu mereka ambil sikap mencampurnya, kayak oblok-oblok.
mungkin itu juga mentalitas mereka dalam menangani keragaman kultur yang amat tinggi. semuanya musti terbuka dan semuanya musti bersedia untuk bercampur atau mencampur.

dingin dan hangat

di indonesia, di dalam rumah biasanya lebih dingin dari pada di luar. sedangkan di sini, sebaliknya: di dalam ruangan lebih hangat dari pada di luar. di luar, wah... seperti pake ac yang disetel kegedean. pagi ini aku ke gereja dengan baju tanpa leher. ya, pasti aja kedinginan. pulang dari sana, ketika kami mau makan siang di tempat sama [di gereja itu disediakan ruang pertemuan untuk makan siang kami tadi] maka saya sudah berjaket rapat dan berkaus kaki. dinginnya tidak begitu terasa menusuk lagi.

kebaktiannya sendiri hangat dan hidup.
saya senang mengikutinya, walau pun ada masalah [besar] dengan bahasa inggris. karena mereka yang umumnya berbahasa inggris dengan lancar [halah!]

liturginya sendiri -menurutku- diturunkan dari tradisi konservatif. kutbahnya -sepanjang dapat aku tangkap- ngomong tentang kitab suci melulu. kurang bernilai sosial, meski pun tajuknya tentang 'down to earth peace'.
dalam liturgi ada acara yang menarik, yakni diundangnya anak-anak ke depan mimbar yang sudah digelari kain quilt. anak-anak duduk di atasnya dan pak pendeta nglesot lalu mendongeng untuk mereka sekitar 10-15 menit. ini menarik karena anak-anak dilibatkan dalam ibadah sehingga mereka tidak berjalan-jalan mengganggu jalannya ibadah, demikian pula kepada orangtua diperlihatkan bagaimana pedulinya gereja pada anak-anak mereka.

muslim dan kristen

SPI session pertama kali ini menarik karena diikuti banyak sekali peserta dari timur tengah dan afrika. dari asia hanyalah indonesia, laos dan filipina. dari timur tengah serta india barat adalah: pakistan, afghanistan, irak, yordania, lebanon, mesir. juga dari kosovo.
sedangkan dari afrika saya kenal yang dari uganda dan liberia.
dari liberia adalah seorang pastor katolik roma, sedangkan dari mesir adalah pastor dari gereja koptik. dari uganda adalah juga seorang pendeta anglikan.
ini semua mengingatkanku pada acara di bossey beberapa tahun lalu: suasana multi-agama.

05 May 2007

dari tidur ke komputer

habis mandi aku lalu motret beberapa bagian bangunan dari kampus ini.
trus tiba-tiba ngantukku menyerang, dengan hebat.
ya tak turuti dong, wong ini adalah yang aku tunggu-tunggu selama ini. karena di perjalanan yang hampir 20 jam itu aku gak bisa tidur nyenyak je..

ini aku tulis habis tidur.
ketemu jonathan dan juli. mereka berdua adalah asisten untuk para peserta. juga valerie yang menyusul kemudian.
mereka mengajak ngobrol, tapi aku lagi tidak pengen. aku pengen mengakrabkan diri dengan komputer dulu. [ini tadi agak mencemaskan: flashdisk kok nggak bisa dibaca ya?]
ooow,
jebul harus direstart dulu. dan setelah restrart semua history dan downloaded materials akan lenyap.
ini kayak di ukdw aja..he..he..
yang njelehi berkenaan dengan komputer adalah adanya peserta dari irak -nanti fotonya tak pasang deh- yang kelupaan dengan password komputer ini. dia pengennya make yang bekas saya pake, tinggal make tanpa harus inget user id dan password.
lha nek dituruti rak dia bisa membuka history para peserta terdahulu dong. iki gemblung tenan ibu-ibu siji iki! lagian, aku disuruh mengabari dia di kamar dia di 301.
wegah!

duel tiga band

salah,
judul subject di atas salah. mustinya tidak ditulis duel tapi "dual".
tapi ya biarin, ini kan tulisan orang yang sedang dilanda jetlag.
he..he..

baru setengah jam lalu saya nyampe di asrama mahasiswa EMU.
dijemput oleh sherley brubraker di dulles international airport. selain menjemput saya beliau juga menjemput peserta dari laos.
wong wedok, jenenge sapa embuh tapi panggilannya lynn.

sebelum saya mandi, barusan ketemu peserta juga dari indonesia [aceh] yang kedatangannya dispoonsori pak kadarmanto [GKJ jakarta]. dia cerita tentang hapenya yang gak bisa kontak ke indonesia, begitu dia nyampe di LA. padahal ketika di hongkong masih bisa.
rupanya dia punya hape adalah tipe dualband.

hape saya jebul sudah triband.
tiwas ribut-ribut mau ganti hape, jebul setelah tak browse ke situsnya sonny ericsson, tipe K301i itu sudah triband.
syukurlah, gak jadi beli baru!

dan betul, sepanjang jalan saya bisa kontak dengan keluarga, juga dengan bu jeanny. kontak-kontak yang menyenangkan.
dan kontak terhenti setelah ada 'a gentle warning' dari bu jeanny bahwa sms dari US itu limangewu!
halah...
saya check pulsa saya, lha jebul memang betul. nyaris terkuras pulsaku.

wah,
ya sudah, ya njuk jadi pelit aku...:-D

ini tulisan perdana saya.
sebelum mandi sore.
mungkin nanti kalo habis mandi bisa saya tulis kelanjutannya.

lha tapi gimana ya,
yang suka maen internet gini ini jebul ming wong-wong afrika yang kalo udah nongkrong bisa berjam-jam... wah, ndesa tenan mereka ini!
[masak aku disamakan dengan mereka? katrok dong...he..he..mulai rasis dan diskriminatif]

okelah.

jangan ke mana-mana...
nantikan kabar dari harrisonburg, the friendly city

02 May 2007

darmi

darmi adalah nama [mantan] pembantu rumah tangga kami.
dulu, ketika anak-anak masih bayi.
dia asal dari planjan, desa kecil menjelang ke pantai baron. dan sekarang sudah menikah dengan seorang buruh bangunan tampan, bernama bambang. mereka berdua dikaruniai anak satu: dhimas.
kemaren mereka sekeluarga datang ke rumah. maen dan menemani iwang dan abra.

yang penting dicatat, dan mengapa perlu aku catat di sini, ialah karena kedatangannya yang serba ngepasi seperti ini terjadi berkali-kali.
dia setelah berumah tangga ikut suaminya, tinggal di desa kecil di pegunungan kawasan plered yang gersang. namun demikian, entah mengapa, dia selalu datang ketika kami sedang membutuhkan bantuan. tiap kali istri saya tinggalkan karena saya ada tugas ke luar kota beberapa hari, atau ketika kami membutuhkan pembantu untuk menemani anak di rumah, dia datang.
datang begitu saja tanpa ada yang meminta.

darmi memang pernah berkata, bahwa "kayaknya kita jodoh" kepada kami berdua.
dia pernah keluar dari rumah kami dan bekerja ikut tetangga, namun demikian di sana dia pun tidak kerasan dan kembali lagi bekerja di rumah kami.
begitulah, dia datang dan pergi.
entah siapa yang menggerakkannya.

ketika kami ditinggalkan pulang pembantu kami, justru ketika saya harus pergi mengikuti program SPI, dia datang. tentu saja kami bersyukur pada tuhan dengan kedatangannya kali ini. tuhan membolehkan kehidupan keluarga kami berjalan "normal", tanpa guncangan.

jenuh makan terbuka?

semalam kami ngariung dalam acara perpisahan pak rinus.
tempatnya di RESTO BUMBU PAWON, GEJAYAN. dan malam itu ruang tengah resto itu bisa 'kami kuasai'! kami semua di PSPP, berikut anak dan istri, memenuhi ruang tengah tadi.

pak rinus berikut keluarga akan pulang ke canada.
dan malam itu banyak yang memberi kesaksian tentang dia. salah satu yang terungkap adalah bahwa pak rinus itu terbuka untuk segala macam makanan. keterbukaan pada makanan menandakan keterbukaan pada kultur di luar dirinya. sebab, makanan -baik bahan, bumbu, cara memasak, porsi, penampilan, dst.- itu semua adalah produk kultur. tiap entitas kultural membangun sistem kulinernya sendiri.

dalam email yang dikirim pak rinus kepada saya, dia menulis "selamat memasuki fast-food culture". dan dia menambahkan pilihan: fast-food atau sehat..!

saya akan dua bulan di harrisonburg. mengenai itu, bu tabitha tadi malam berkomentar: "rajin sekali, saya ikut 2 session aja udah jenuh tuh..!"

baru kepikiran, bahwa waktu dua bulan itu adalah masa yang lama.
artinya, saya harus berbuat sesuatu dalam waktu 2 bulan itu. saya harus menerima dan terbuka, tidak hanya pada makanan setempat, tapi juga kultur amerika. pak rinus sudah memberi contoh tentang betapa berharganya punya keterbukaan serupa.

terima kasih telah mengingatkan untuk do something di sana!

01 May 2007

cuaca

hari ini cuaca di yogya cerah. juga, katanya di jakarta, meski dilaporkan akan ada mendung dan hujan lebat di sekitar selat sunda, lampung dan sumatra selatan. berikut adalah keadaan cuaca di beberapa bandara yang akan saya lalui:
bandara taipei melaporkan keadaan sekitar bandara mendung.
cuaca tenang dilaporkan dari bandara los angeles dan sekitarnya.
keadaan agak mendung juga dilaporkan terjadi di dallas fort worth dan sekitarnya, bahkan nampak adanya badai.
di dulles washington pun dilaporkan cuaca agak mendung.
sementara, di harrisonburg cuaca dilaporkan cerah.

30 April 2007

untuk apa?

tinggal dua hari lagi aku bersama anak istriku.
ah...
berpisah dari mereka yang tengah bergulat dengan hari-hari yang tidak mudah, adalah juga tidak mudah bagiku.
lalu,
untuk apa aku meninggalkan mereka?
apa yang akan aku dapat sebagai ganti kesusahan mereka? apa yang akan aku berikan sebagai ganti? memburu apa aku?

iwang sakit hari-hari ini. asmanya kambuh. menurut keterangan yang aku dapatkan setelah bertanya ke answer.com aku dapatkan keterangan memang awal bulan mei seluruh dunia memperingati hari asthma sedunia. tidak lain karena pada waktu ini terjadi perubahan cuaca.
berikut ini adalah jawaban yang peter berikan pada saya: "
its because its the start of the hay fever season, and hay fever triggers allergic responses and asthma"

udah gitu, hari ini pembantu minta pamit pulang seminggu, karena pakdhenya mantu.
halah...

untuk apa ini semua?

26 April 2007

persiapan apa lagee..?

beberapa rekan menanyakan persiapan saya.
lha mau siap-siap apa seeh?

nyekar orangtua? sudah.
cari pinjeman koper, sudah.
dokumen? sudah: visa berikut surat DS-2019 sudah tak jepret di passport. juga surat dari pat martin tak print lagi [yang aslinya ditahan oleh kedutaan, gak dibalekna]. surat dari rektor, sudah.
oleh-oleh, embuh dinggo sapa, sudah. kemaren ke mirota batik. [ntar kalo nggak ada yang mau ya tak wenehke sapa aja di sana]
bahan kuliah di sana sudah tak print beberapa, ngentekne tinta!
tugas-tugas pra kuliah sudah beberapa tak baca... mumet juga. banyak tidak dhongnya...
ngontak valerie dan bill goldberg untuk atur penjemputan, sudah.

kamera? wah, ndadak tuku... padahal duitku wis tandas..:-(
[minjem tabungan istri, dan mau beli di JEC, pas pameran tanggal 28 april ini]
laptop? rasah nggawa. saya sudah minta valerie untuk boleh minjem komputer di sana buat upload foto-foto dan tulisan untuk blogku.
[katane bill, silakan pake lab komputer di sana]
njahit sepatu yang bodhol? sudah.
njahit celana yang bokongnya udah tipis? sudah.
jaket tebel? ndak punya, aku benci jaket tebel...
baju surjan? sudah, kemaren di beringharjo.
iket? sudah, make aja yang biasa aku pake ronda.
minyak tawon? katane, ndak isa mbawa beginian. diganti balsem cap macan ajah... [ini bahan-bahan buwat kerokan, nek di sana njuk mangsuk angin. aku sudah minta valerie kamar yang temen sekamare wong asia, biar bisa mbantuin ngerokin punggungku nanti].
kegiatan-kegiatan rutin udah aku jadwal ulang.

duh,
persiapan apa lagi ya yang kurang?
mungkin anda bisa memberi pencerahan?

13 April 2007

itinerary


dari pak lilik MCC salatiga saya mendapatkan kabar mengenai jadwal penerbangan yang akan membawa saya dari yogya, lalu ke cengkareng jakarta ke taipei, los angeles dan washington lalu ke harrissonburg, dan pulang lagi sampai cengkareng dan terus ke yogya.
ittinerary table ini menyertakan juga nomor flight dan waktu berangkat serta waktu tibanya.

GA 205

04May



0950 1050

Jogja - Jakarta

CI 678Q

04MAY 5

CGK-TPE

HK1

1400 2015

/DCCI*K2S488 /E

CI 8Q

04MAY 5

TPE-LAX

HK1

2250 1935

/DCCI*K2S488 /E

AA2210S

05MAY 6*

LAX-DFW

HK1

0055 0545

/DCAA*DWBFLB /E

AA1578S

05MAY 6

DFW-IAD*

HK1

0645 1030

/DCAA*DWBFLB /E

AA 541S

22JUN 5*

IAD-DFW

HK1

1905 2105

/DCAA*DWBFLB /E

AA2489S

22JUN 5

DFW-LAX*

HK1

2145 2250

/DCAA*DWBFLB /E

CI 7Q

23JUN 6

LAX-TPE

HK1

0115 0610 24JUN 7

/DCCI*K2S488 /E

CI 677Q

24JUN 7

TPE-CGK

HK1

0850 1300

/DCCI*K2S488 /E TKT/

GA 212

24June



1600 1700

Jakarta – Jogja

01 April 2007

bintang dua!

ada yang bilang bahwa kalo ke amerika itu musti memperhatikan tanda bintang di bawah pasfoto dalam visa kita. bila bintangnya banyak berarti kita ini tergolong orang yang perlu diawasi atau diteliti ketat, atau dicurigai di amerika sana. sedangkan bila bintangnya sedikit maka ini tergolong orang yang "steril" alias orang yang aman di mata amerika.

lha bintangku dua.
padahal belum pernah ke amerika.
padahal aku akan ke sana karena diundang mereka.

pak paulus berpesan agar saya melengkapi diri dengan berbagai dokumen agar lolos di imigrasi sana nanti. wah...jaan,
amerika cen njelehi!

obrolan dengan dwi kiswanto

DWI: 09 Mar 07, 18:41
As wr.wb. Gimana Pak kbr nya?baik2 aja kan pak? menurut Bapak gimana ni Pak di mana2 terjadi bencana. Apa memang zaman dah tua/memang cobaan dr yg Kuasa ni Pak supaya kt sadar/gimana pak.

ANTO: 09 Mar 07, 18:48
pasti Yg Kuasa sll minta agr kta memperindah dunia ini, bkn kok mlh merusaknya. bencana ini dr alam + mnsia sndri.mgkn krn kta tdk berdamai dng mrk [alam+sesama] td. ini di sala apa di gk?

DWI: 09 Mar 07, 19:08
Aq baik2 aja pak. Aq buka bengkel di Solo3. di sini be2rapa hari ini jg hujan terus disertai angin kencang. ya kt pasrah aja Pak ama yg Kuasa.

ANTO: 09 Mar 07, 19:12
bengkel apa?

DWI: 09 Mar 07, 19:17
Bengkel elektronik. Tepatnya di Tingkir, ya minta Doanya aja ya Pak.

ANTO: 09 Mar 07, 19:18
ya, smg sukses Dwi, rasah kesusu rabi! he he

DWI: 09 Mar 07,19:31
Terus terang aja kl masalah itu memang aq belum siap Pak.

19:34
oke, kerja yg rajin+jujur biar dihargai orang. ora sugih ora apa2. oke met ngaso ya...